RSS

Cermin

05 Mar

Setelah satu minggu aku tidak datang ke gym, akhirnya ku niatkan diri ini untuk kembali berolah raga. Hari senin, setelah lelah seharian bekerja, akupun ingin membalas semuanya dengan mengangkat beban hingga 50kg.

Kulajukan kendaraan menuju tempat kebugaran. Prima Gym, ya itulah pusat kebugaran terdekat dirumahku. Meskipun harganya murah, tapi fasilitasnya sudah lengkap termasuk ada kolam renangnya. Tapi apalah arti itu semua, aku hanya ingin berolah raga. Hampir tidak ada waktu untuk berolah raga secara alami seperti lari pagi dan sepeda santai buatku atau mungkin juga orang lain merasakan hal yang sama. Maka menjamurlah pusat kebugaran di masing-masing kota termasuk dikota kecil dekat rumahku.

“Kemana aja bro?” Sahut Anton si penjaga gym tersebut. “Males banget gw, gatau kenapa” jawab ku “Ya elah! Gimana mau cepet kurus! Dateng aja males” Balas Anton “Ya namanya juga males” timpal ku “Ya udah, cardio dulu gih sana” sahut Anton “Ok deh. Gw ganti baju dulu ya” jawab ku

Setelah ku ganti seragam kantor ku dan kumasukan semua barang-barang di dalam locker tempat penyimpanan barang, ku bergegas menuju sepeda statis alat untuk membakar kalori sesuai perintah Anton.

Setelah menaruh pantat di jok sepeda, kumainkan playlist lagu yang sudah disiapkan dari kantor. Ku berpikir lagu galau cocok untuk menemaniku. Dimulai dari some one like you, take a bow, big girls don’t cry, dan ditutup dengan lagu lawas survivor.

Sedang asiknya aku mendengarkan lagu-lagu tersebut dengan headphone, tak sadar kepalaku ikut bergoyang mengikuti alunan irama lagu yang kuputar.

Tanpa sadar, ada seseorang pria yang sedang memperhatikanku dari belakang. Aku pun diam dan pura-pura tidak melihatnya sampai dia menghampiri untuk bersepeda disebelahku.

Hingga lagu itu selesai dan memutar kembali dari awal, aku masih mencoba melirik ke sebelah kiri dan pria tersebut masih tetap saja memperhatikanku.

Ah, sudahlah aku hentikan saya latihan cardionya. Lebih baik angkat beban saya. Mengencangkan otot biceps dan triceps yang sudah mulai mengendur.

“Bro, salah megangnya tuh” sahut seseorang dari belakang “Eh elu Nton, gw pikir siapa. Salah ya megangnya?” Tanyaku saat ingin memulai mengangkat sebuah dumble ke atas kepala. “Iya, itu taronya dibelakang kepala lu” jawab Anton “Oh gini ya. Ok deh. Thank you yak” jawabku

Setelah tujuh kali angkatan, aku istirahat sejenak. Dan pandangan ku tujukan ke tempat sepeda dimana tadi ada seorang pria yang mengawasiku. Tapi ternyata sosok itu sudah tidak ada. Kulihat disekelilingpun juga tidak ada. Mungkin saja dia sudah pulang, pikirku.

~~~~~~~~~~~~~~~

*SMS* From: 087838696969 Besok expired member fitness lu bro. Segera bayar agar namanya masih terus terdaftar. Thnks, Anton-PrimaGym

Reply: Ok

Sudah dua minggu aku tidak datang ke tempat tersebut. Akh malas. Penyakit malasku selalu timbul. Malas dan malas. Ketika tubuh sudah lelah dan tak ada daya untuk pergi ke tempat kebugaran. Ketika sudah sampai dikamar tidur dan melihat kasur serta bantal melambaikan tangan ke arah kita. Ketika air kamar mandi mulai dinyalakan berteriak memanggil nama kita. Disaat itu lah rasa malas ku timbul sehingga tidak pergi ke gym untuk berolah raga.

“Nah gitu dong. Rajin gym” ujar Anton saat melihatku sedang berlari diatas treadmill.

Esok hari setelah kuterima sms dari Anton, akupun datang menuju tempat kebugaran tersebut untuk membayar uang bulanan keanggotaan. Dari pada harus terkena denda sebesar 20% dari iuran keanggotaan jika telat membayar, lebih baik aku bayar saja dan kembali berolah raga.

Tiba-tiba, seseorang yang kulihat 2 minggu lalu kembali menggunakan alat yang sama tepat disebelahku. Ia berjalan di atas treadmill seraya melihat dan memperhatikanku. Aku pun cuek saja dengan tetap mendengarkan musik menggunakan headphone namun sesekali melirik kearahnya dan orang itu pun masih memperhatikanku.

Akh sudahlah ku pulang saja. Sepanjang aku bermain alat pun dia tetap saja memperhatikanku. Kalau dia berani dan mau kenalan, ya samperin lah. Jangan cuma memperhatikan saja pikirku.

~~~~~~~~~~~

“Serius amat sepedaannya” Ku dengar sayup-sayup suara dibalik headphone yang kukenakan. Tiba-tiba aku merasa ada yang menyolekku dari belakang dan aku pun menoleh ke arah belakang. Lantas ku hentikan ayuhan sepeda ku. Dan turun dari jok itu.

“Hei, kenalin saya Ari” Pria itu membuka pembicaraan sambil memberikan tangannya untuk berjabat tangan. Tanpa sadar ku menyambut jabat tangan pria tersebut. Pria berbaju ketat putih sleeveless, menunjukkan lengannya yang kekar. Baju ketatnya tersirat jelas dadanya yang bidang dan perutnya yang sixpack. Celana putih ketat namun ada tonjolan besar diselangkangannya.

Ia pun langsung menari tanganku dan berlari membawaku ke belakang. Aku pun hanya ikut saja tanpa bisa berbicara satu katapun.

Ia membawa kedalam kamar mandi tanpa sempat ku menyebutkan nama dan ia langsung tanpa pikir panjang melumat bibirku. Kami saling beradu bibir dan menempelkan tubuh kami. Ku rasakan kemaluannya yang mulai mengeras.

Tiba-tiba tangannya memegang kepalaku dan mengarahkan kepalaku kebawah menuju selangkangannya. Sesaat sesudah ia menurunkan celananya, aku melihat kemaluan yang sudah keras menegang tak kurang dari 18cm.

Aku langsung tanpa pikir panjang melumat batang tersebut. Ku hisap, ku mainkan batangnya, ku jilat kepalanya, serta keluar-masukkan batang tersebut kedalam mulutku.

Dan tak lama batang itu mulai semakin keras dan membesar tanda ia akan memuncratkan sperma nya. Ia menarik batang itu dari mulutku. Ia mengerang nikmat bersamaan dengan muncratnya sperma di wajahku. “Oouucccccchhhhhhhhh”

Namun sayup kudengar dan kurasakan basah dimukaku. Mataku ku buka, dan ternyata orang tua ku membangunkanku dari tidur dengan menyiram air.

Gosh, jadi tadi itu hanya mimpi dengan Ari. Tapi mengapa itu semua terasa begitu nyata dan aku dapat merasakannya.

~~~~~~~~~~~~~~

“Tuh kan baru nongol lagi. Kemana aja bro?” Tanya Anton “Hahahaha sibuk gw. Males juga sih” jawabku “Gimana mau kurus kalo elu males terus” balasnya “Bodo ah. Gw maen alat dulu ya.” Ucapku “Jangan lupa cardio dulu” suruh Anton “Iyeeee. Bawel lu” balasku

Setelah hampir 2 jam aku latihan ditempat tersebut, aku merasakan lelah dan kuputuskan untuk berhenti.

Sebelum pulang aku mencoba menanyakan sosok lelaki misterius yang selalu memperhatikanku, tapi kali ini dia tidak ada.

“Eh Nton, kayanya gw sering liat laki putih. Pake kaos putih ketat. Celana putih. Dia sering merhatiin gw terus. Lu kenal?” Tanya ku “Siapa ya? Yang mana?” Tanya ia balik “Aduh, gw juga bingung. Pokoqnya badannya bagus. Lagi itu dia treadmill trus sepeda. Nah abis itu gw ga liat lagi” jawabku “Aduh plis, jangan bilang itu…..” Jawab Anton bingung “Apaan? Siapa?” Tanyaku bingung “Ari” jawab Anton singkat “Ari? Namanya sama kaya dimimpi gw. Gw juga ngimpi nge gym ama dia” balasku “Dia sampe dateng di mimpi lu?” Tanya Anton kaget “Iya. Emang kenapa sih?” Tanyaku balik “Ari….dia dulu yang punya tempat ini…terus………….” Jawab Anton bimbang “Terus apa?” Paksaku “Dia udah meninggal tahun lalu, karena mengangkat beban yang sangat berat tanpa diserta pemanasan terlebih dahulu yang menyebabkan ia kram perut” Antonpun memberikan penjelasan “Apaaaaa?” Tanyaku bingung “Kenapa dia bisa ada di mimpi gw juga?” Tanyaku lagi “Kalo itu udah banyak kejadiannya. Kayanya sih dia kasih semangat ke elu biar ga males latihan” jawab Anton “Serius lu? Males banget yang nyemangatin orang yang udah meninggal” balasku “Iya. Mangkannya elu yang rajin fitness” jawab Anton “Tapi serius nih? Dia udah meninggal? Yang bener lu?” Tanyaku untuk memastikan “Iya dia udah meninggal” sahut Anton

~~the end~~

 
Leave a comment

Posted by on 5 March 2014 in Bebas

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: