RSS

Wahai Pria! Hati-hati Varises di Testis

23 Feb

Jika ingin punya produksi sperma yang berkualitas maka pria harus berhati-hati dengan yang namanya varises di testis. Varises? Ya kalau perempuan umumnya mengalami varises di kaki, tapi pada laki-laki varises bisa terjadi di testis.

Maka itu pria sebaiknya jangan diabaikan karena bisa membuat testis mengecil hingga sulit punya anak. Varises di testis disebut dengan varikokel yang terjadi akibat pelebaran pembuluh-pembuluh vena di sekitar skrotum.

Pelebaran ini akan mengakibatkan penumpukan darah di sekitar testis yang membuat suhu skrotum meningkat dan mempengaruhi kualitas sperma.

“Misalnya remaja mengalami varikokel, kalau dibiarkan selama 5 tahun bisa menyebabkan penurunan sperma, jika sampai 10 tahun bisa membuat testis mengecil,” ujar Dr dr Nur Rasyid, SpU dalam acara seminar media ‘Faktor Spermatozoa Penyebab Infertilitas Pria’ di Hotel Akmani, Jakarta, Rabu (22/2/2012).

Padahal volume testis diketahui sangat mempengaruhi produksi sperma, jika testis mengecil maka sudah tentu sperma yang diproduksi juga akan berkurang sehingga mempengaruhi kemampuannya untuk memiliki anak.

Selain itu varikokel juga bisa menyebabkan gangguan sirkulasi darah pada testis, perubahan tekanan pada pembuluh darah vena, renal atau adrenal refluks yang mana aliran balik darah kotor dari ginjal/anak ginjal, reaksi autoimunitas serta stres oksidatif yang mana jumlah radikal bebas dalam tubuh tinggi.

“Jika varikokel terjadi sejak kecil maka membuat konsistensi dari testis lembek. Biasanya dari kecil jika venanya tidak memiliki katup akibat adanya kelainan bawaan, tapi ada juga yang katup venanya tipis dan berjalannya waktu vena jadi melebar,” ungkapnya.

Dr Rasyid menuturkan dulu pemeriksaan varikokel ini dengan cara pasien diminta berdiri lalu membuka celana dan dokter melihat, jika pasien mengejan baru terasa maka masuk stadium 1, jika pasien tidak perlu mengejan tapi sudah terasa maka stadium 2, namun jika tidak perlu diraba tapi sudah kelihatan maka itu stadium 3.

“Tapi yang sekarang itu kita perlu data obyektif, saya biasanya menggunakan USG untuk mendeteksinya jadi pasien bisa lihat diameter venanya sudah berapa. Perlu dioperasi jika sudah lebih dari 3 mm,” ujar dokter yang juga Ketua ASRI Urology Center.

Teknik operasi yang dilakukan bisa berupa bedah mikro yang bermanfaat mengangani ketidaksuburan pasutri (pasangan suami istri). Teknik ini dengan cara mengikat pembuluh darah vena sehingga menurunkan risiko terjadinya komplikasi seperti testis mengecil dan penumpukan cairan berlebih.

“Teknik operasi bisa memberikan angka keberhasilan sebesar 60-70 persen, dan teknik bedah mikro memberikan hasil yang paling baik dengan efek samping minimal serta angka kekambuhan kecil,” ujar Dr Rasyid.

Selain itu Dr Rasyid menuturkan pengobatan yang berhasil ditandai dengan perbaikan hasil analisis cairan semen serta bertambahnya volume testis sehingga diharapkan pasangan bisa memiliki keturunan.

Biasanya pasien diminta melakukan kontrol setiap 3 bulan, tapi kadang ada juga pasangan yang tidak sabar ingin segera punya anak. Sedangkan kekambuhan yang terjadi bukan karena ikatannya lepas, tapi akibat ada pembuluh vena yang baru melebar dan belum diikat.

 
Leave a comment

Posted by on 23 February 2012 in Kesehatan, Lelaki

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: