RSS

Assisten Pengajar Kursus Komputer

30 Jan

Aku segera menuju ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhku dan segera kukenakan pakaianku dan akupun sudah bersiap sedia menunggu Steve yang masih berada di kamar mandi dan tak lama kemudian dia segera muncul dengan pakaian yang sudah rapi juga segera kamu berdua menuju cafe yang ada dihotel tersebut untuk makan pagi, kemudian membereskan billing dari hotel tersebut dan segera meluncur ke arah Bedugul, sampai di Bedugul hari sudah siang, kami menggelilingi danau itu dengan menyewa kapal setelah puas dengan menyusuri danau itu maka Steve mengajukan keinginannya untuk mandi sauna di Bali Handara, dan akupun bersedia untuk mengantarkannya dan diapun mengajakku untuk bersama mandi sauna juga akan tetapi aku menolak karena bagiku lebih baik melihat-lihat pemandangan disekitar komplek itu yang kelihatan asri dan sejuk, sampai tak terasa sore itu mendung mulai datang berarak-arak dan langit yang tadinya cerah kini menjadi gelap dengan mendung menandakan tidak akan lama lagi akan turun hujan yang sangat deras sekali.

Bersamaan itu Steve sudah selesai dengan mandi saunanya dan mengajakku untuk cepat-cepat meninggalkan tempat itu sebelum hujan turun dan segera kupacu motorku menuju ke arah Denpasar, akan tetapi baru berjalan sekitar dua kilometer dari tempat yang baru kami kunjungi ternyata hujan turun dengan derasnya sehingga badan kami berdua basah kuyup dan Steve memutuskan untuk mencari tempat penginapan yang tidak jauh dari situ, maka segera kubelokkan ke arah jalan yang menurun menuju ketepi danau karena sebelumnya pada saat siang tadi aku melihat ada sebuah hotel ditepi danau itu yaitu hotel Bedugul.

Kami segera check in dalam keadaan basah kuyup dan tanpa berbasa-basi lagi dengan pihak hotel, kami segera mendapatkan kunci kamar dan kami segera bergegas memasuki kamar dan aku segera menuju kekamar mandi, dengan mengguyur badan dengan air hangat maka agak sedikit menolongku dari gemetarnya tubuhku karena kedinginan dan setelah selesai segera kuraih handuk untuk mengeringkan tubuhku dan aku bergegas kembali ke kamar untuk mengenakan baju kering, akan tetapi Steve melarangku untuk berpakaian dan dia menyarankan aku untuk memakai selimut saja untuk menghangatkan tubuhku, karena Steve tahu aku begitu kedinginan dan dia mempunyai maksud untuk menghangatkan tubuhku dengan tubuhnya, maka kuturuti kemauannya.

Aku segera nyungsep dibalik selimut yang tebal itu sambil menunggu Steve yang sedang membersihkan tubuhnya di kamar mandi, tidak lama kemudia Steve sudah keluar dari kamar mandi dalam keadaan telanjang bulat dan diapun segera nyungsep juga dibalik selimut yang tebal sambil memeluk tubuhku dengan sangat erat dan kemudian dia menindihku, sambil kupeluk erat pula tubuhnya dengan demikian kami bisa merasakan kehangatan antara satu dengan lainnya, walaupun tidak ada aktivitas sex yang kami lakukan saat itu, tapi sudah membawa kenikmatan tersendiri dengan kehangatan tubuh kami, sampai akhirnya kami tertidur dalam keadaan saling berpelukan pada sore hari itu, sampai sekitar pukul tujuh malam saat aku terbangun dan kudengar suara gemericik hujan diluar masih turun walaupun tidak sederas sore tadi dan masih kurasakan udara yang sangat dingin malam itu.

Aku menggeliatkan tubuhku yang masih telanjang bulat itu yang membuat Steve juga ikut terbangun dan segera kupegang penisnya yang masih tertidur itu, akan tetapi dia melarangnya, katanya lebih baik kita makan dulu direstoran, setelah itu baru kita bermain untuk mengusir rasa dingin, aku setuju dengan usul Steve, dengan tidak memakai CD aku segera menggenakan celana pendek yang gombor dengan belahan yang agak tinggi dipinggirnya yang membuatku tampak seksi kata Steve, kamipun berjalan menuju restoran dengan menyusuri lorong-lorong didalam hotel itu. Setelah sampai didalam restoran aku segera memesan makanan kesukaanku yaitu nasi goreng dan Steve memesan pancake, tidak banyak yang kami bicarakan saat kami makan, hanya pandangan-pandangan mata yang penuh dengan arti yang saling kami lemparkan satu sama lain.

Setelah kami menyelesaikan makan malam kami, segera kami menuju kembali kekamar dan tanpa dikomandoi lagi segera kulepas celana pendek gomborku dan langsung kelihatan mencuat penisku dan kemudian kulepaskan juga kaos oblongku dan segera nyungsep dibalik selimut tebal demikian juga yang dilakukan oleh Steve, lalu kami bergumul dibalik selimut itu sambil saling mencumbui satu sama sama lain, dan yang paling kusukai dari cumbuan Steve adalah dia selalu ingin memberikan kepuasan kepadaku dengan menciumi tubuhku mulai dari atas sampai keujung kaki dan dia merasa puas atau senang kalau melihat aku mengelinjang penuh dengan kegelian dan mendesis keenakan.

Setelah aku tak tahan maka segera kurebahkn tubuh Steve dan segera kuraih penisnya dan kuhisap sampai pangkalnya sambil tanganku beraksi disekujur tubuhnya sambil membuat rangsangan-rangsangan yang lebih hebat lagi, dan terus terang saja pada waktu Steve menghendaki untuk memasuki lubang analku dengan penisnya akan tetapi memang pada saat itu aku masih belum mengenal anal sex sehingga ketika dicoba aku merasakan kesakitan yang amat sangat, apalagi penis Steve lebih gede dibandingkan dengan penisku, akan tetapi aku bersyukur mengenal Steve yang penuh dengan pengertian, begitu dia melihat aku kesakitan dia tidak melanjutkan dengan penetrasinya, dia membiarkanku rileks beberapa saat sampai hilang rasa sakitnya kemudian dia mulai mencumbuiku lagi sambil saling melakukan oral sex sampai akhirnya sama-sama ngecrot dan merasakan kepuasan, saling berpelukan, sama-sama terkulai ditempat sampai akhirnya tertidurdiblaik selimut tebal dengan keadaan masih telanjang bulat dengan udara diluar yang terasa makin dingin saja.

Ketika fajar mulai menyingsing, kami segera mandi dengan air hangat yang ada di kamar mandi dan segera bergegas menuju restoran untuk makan pagi setelah semuanya selesai segera kupacu motorku dipagi yang cerah itu menuju ke arah Denpasar, sekitar pukul sebelas siang sampailah kami dikota Denpasar dan segera menuju ke arah Kuta untuk kembali ketempat penginapan Steve yang ada di Kuta, sebenarnya aku masih ingin berlama-lama lagi untuk bisa menemani Steve menggelilingi pulau Bali ini akan tetapi karena liburanku sudah mendekati akhir, dan yang rencananya aku hanya tinggal selama dua atau tiga hari saja di Bali, tapi yang jadi kenyataannya aku hampir satu minggu tinggal di Bali dan mau tidak mau sore nanti aku harus segera balik ke Surabaya lagi, walaupun dengan berat hati Steve melepaskan kepergianku untuk balik ke Surabaya dengan naik bus malam dan sore itu Steve mengantarkan aku sampai terminal Ubung dengan mengendari motornya. Pada saat diterminal Ubung dan sambil menunggu keberangkatan bus, Steve menanyakan alamat kostku yang ada di Surabaya, dan aku hanya mengira sebagai basa-basi saja, segera kuberikan alamatku dan juga alamat kost Budi yang hanya berbeda gang saja. Aku pikir nggak apalah, agar Steve tidak kecewa. Sekitar pukul tujuh malam bus yang membawaku akan berangkat segera kuhampiri Steve dan kusalami tangannya sambil kubisikan

“Thank you for all of you”

Aku tidak berani memeluk atau menciumnya karena keadaan diterminal itu sangat ramai dengan orang, segera kunaiki bus dan hanya kulambaikan tanganku dari dalam bus sambil cium jauh dari jendela kaca bus itu, bus mulai berangkat dengan berderak dan masih sempat kulirik Steve melambaikan tangannya ke arahku dengan pandangan kosong, seperti ada sesuatu yang hilang dari dalam dirinya, aku berusaha untuk tersenyum dan membalas lambaiannya. Aku selama dalam perjalanan dengan bus malam menuju Surabaya, kubayangkan dan kureview kembali apa yang telah terjadi pada diriku selama satu minggu terakhir ini ditahun yang baru juga, sampai tak terasa aku terlelap tidur didalam bus malam itu sampai ketika pagi hari aku terbangun, aku sudah berada di jalan tol Gempol-Surabaya, aku segera berkemas dan merapikan barang bawaanku agar lebih ringkas lagi karena aku harus oper dengan angkutan kota menuju ketempat kostku.

Pada saat aku sudah sampai ditempat kostku dan menaruh barang bawaanku, aku segera berlari ketempat kost Budi yang tidak seberapa jauh dari tempat kostku dan aku menceritakan apa yang telah terjadi selama dia sudah pulang dan aku juga menceritakan tentang pangalamanku bersama dengan Steve jalan-jalan mengelilingi pulau Bali, akan tetapi satu yang tidak kuceritakan pada Budi yaitu pengalamanku bergumul dengan Steve berkali-kali. Akan tetapi rupanya Steve juga memperlakun Budi juga demikian tanpa sepengatauanku, ketika itu Budi cerita kalau pada suatu tengah malam ketika aku sedang tertidur lelap, Budi bangun dari tidurnya dan menuju kekamar mandi untuk buang air, rupanya pada saat itu Steve terbangun dengan suara berisik Budi, sehingga Steve menunggu sampai Budi selesai dengan hajatnya di kamar mandi, pada saat Budi akan merebahkan badannya kembali ketempat tidur, Steve menghampirinya dan mengelus-elus penis Budi yang setengah ngaceng itu sampai akhirnya ngaceng penuh dan Steve melepaskan kancing celananya dan kemudian mengocok penis Budi yang sudah ngaceng penuh itu.

Lalu aku bertanya pada Budi seolah-olah aku orang yang nggak ngerti apa-apa.

“Terus kamu diem aja yaa?”
“Ya, diem aja, abis enak sih dan disamping itu Steve menyuruhku diam agar aku nggak berisik supaya kamu jangan bangun,” jelas Budi padaku.
“Oh gitu yaa,” lanjutku.
“Iya, terus kamu diapakan aja sama si Steve,” tanya Budi.
“Nggak diapa-apain tuh”
“Masak sih,” tanya Budi penasaran.
“Iya, tuh, benar koq,” jawabku meyakinkan Budi.

Tak berapa lama kemudian aku pulang ketempat kostku, dan aku beristirahat untuk menghilangkan rasa pegal-pegal diseluruh tubuhku karena perjalanan jauh dengan tidur sepuas-puasnya. Pada suatu pagi kira-kira jam enam pagi, aku dibangunkan oleh seseorang dan ketika kubuka mataku ternyata yang menguncang-nguncang tubuhku adalah Budi yang datang dengan agak tergesa-gesa katanya.

“Eh, kamu dicari sama Steve, sekarang dia ada ditempat kostku,” kata Budi.
“Apa?, yang benar aja, masak si Steve bisa sampai ketempat kost kita didaerah yang terpencil ini?” tanyaku.
“Yaa, benar!! Aku juga heran koq dia bisa sampai ketempat kita yang jauh dari kota ini hanya berbekal dari alamat yang kamu tulis dibuku catatannya itu,” jelas Budi.
“Huuh, nekad benar yaa tuh bule satu ini,” balasku.
“Oke, kamu pulang dulu nemani si Steve, aku mau mandi dulu”

Aku segera bergegas kekamar mandi untuk mandi pagi dan setelah aku berpakaian rapi segera kususul Budi ditempat kostnya dan kulihat si Steve sedang duduk diteras tempat kost Budi sambil bercakap-cakap dengan Budi. Segera aku menghampiri Steve dengan sedikit basa-basi dengan menanyakan kapan dia datang, lalu katanya baru saja dia tiba dari Denpasar dengan bus malam kemudian dia menuju ketempat penginapannya disekitar jalan Pemuda Surabaya, kemudian dia tanya ke tourist information yang tidak jauh dari tempatnya menginap untuk mengetahui alamat kami dan dengan kendaraan apa dia bisa mencapainya.

Itulah sedikit ceritanya, dan aku menanyakan padanya apa yang akan jadi acaranya selama ada di Surabaya ini, akhirnya dia mengutarakan keinginannya yang pertama dia ingin jalan-jalan dikota Surabaya saja dan kami bertiga akhirnya keliling kota Surabaya seharian penuh, dan malamnya kami makan malam bersama setelah itu kami nonton film disebuah gedung bioskop dikawasan jalan Pemuda juga, sampai film selesai akhirnya aku mohon diri untuk pulang ketempat kostku bersama dengan Budi dan Steve kembali ketempat penginapannya dan kami berjanji akan mengunjungi Steve kembali dan siap menjadi guidenya selama Steve berapa di Jawa Timur ini.

Keesokkan harinya sekitar pukul delapan pagi kami berdua sudah berada di depan tempat penginapan Steve dan tak berapa lama kemudian Steve juga sudah siap-siap menunggu kedatangan kami dan dia mengutarakan kalu pengin jalan-jalan ke Malang, maka kami bertigapun naik kereta api menuju ke Malang dari Stasiun Gubeng yang memang tidak jauh dari tempat penginapan Steve. Selama dalam perjalanan dengan kereta api kami senantiasa bersenda gurau sampai akhirnya tiba dikota Malang, lalu kami keliling kota Malang sampai sore dan akhirnya sampailah dikota batu dan kami menginap sehari dikota Batu dan keesokkan harinya kami melanjutkan perjalanan kami ke kota Blitar untuk mengunjungi makam Bung Karno dan sorenya menginap dikota Blitar selama sehari.

Demikianlah kenangan manisku bersama dengan Steve.

E N D

 
Leave a comment

Posted by on 30 January 2011 in Kisah Hidup, Lelaki, Pria

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: