RSS

Sunat Kurang Bermanfaat Bagi Pria Gay

28 Jan

Meskipun sunat telah terbukti dapat menurunkan risiko tertular HIV melalui hubungan seks heteroseksual, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa nilai sunat bagi pria homoseksual atau gay dan biseksual masih dipertanyakan.

Pada tahun 2005 dan 2006, tiga uji klinis di Uganda, Afrika Selatan dan Kenya menunjukkan bahwa sunat dapat mengurangi risiko pria terinfeksi HIV melalui hubungan seks heteroseksual hingga 60 persen.

Sunat bisa untuk menurunkan penularan HIV dan penyakit
menular seksual dalam hubungan seks heteroseksual. Dengan mekanisme mengurangi jumlah jaringan mukosa saat berhubungan seks yang membatasi akses virus ke sel-sel tubuh.

Teori lain adalah bahwa kulit menebal yang terbentuk di sekitar bekas luka sunat membantu memblokir masuknya virus.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan sunat sebagai alat medis yang diawasi untuk mengurangi risiko pria dengan HIV di negara-negara yang mana penularan heteroseksual umum terjadi.

Tapi masalah sunat cukup kontroversial seperti di negara Amerika. Sunat tidak banyak membantu karena sebagian besar infeksi HIV di AS berkaitan dengan seks homoseksual atau menggunakan narkoba. Dan studi belum menemukan bukti kuat bahwa sunat menurunkan penularan HIV di antara pria homoseksual.

Dalam studi itu lebih dari 1.800 pria gay dari Amerika Serikat dan Peru terlibat. Peneliti menemukan bahwa secara keseluruhan risiko tertular HIV lebih dari 18 bulan tidak berbeda antara pria disunat dan tidak disunat.

Menurut hasil temuan yang telah dipublikasi dalam jurnal AIDS, 5 persen pria tidak disunat menjadi HIV positif, nyaris sama jumlahnya dengan pria yang disunat.

Semua pria dalam penelitian ini dilaporkan berhubungan seks dengan pria lain yang dapat meningkatkan risiko infeksi HIV. Karena sebelumnya sudah terinfeksi virus herpes genital (herpes simpleks tipe 2) yang dapat membuat orang lebih rentan terhadap HIV.

“Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan tidak ada manfaat perlindungan dari sunat secara keseluruhan untuk kasus penularan HIV pada pria gay,” kata Dr Jorge Sanchez, pemimpin penelitian organisasi penelitian Impacta Peru, di Lima, dilansir Reuters, Kamis (9/12/2010).

Menurut Dr Sanchez, salah satu alasan sunat kurang bermanfaat pada penularan HIV homoseksual adalah karena sunat tidak berdampak pada risiko penularan dari seks anal reseptif (pria yang berperan sebagai ‘wanita’ dalam hubungan homoseksual melalui dubur).

Tapi Dr Sanchez menambahkan bahwa studi harus terus melihat apakah sunat mempengaruhi risiko HIV dari seks insertif (yang bertindak sebagai ‘pria’ dalam homoseksual) dengan melibatkan lebih banyak subjek penelitian dan lebih beragam.

“Tapi secara umum kami ingin mengingatkan bahwa untuk pria gay dan biseksual harus memperkuat pentingnya penggunaan kondom untuk pencegahan HIV,” tulis Dr Sanchez dalam laporannya.

Temuan ini dapat membantu menginformasikan perdebatan mengenai apakah sunat bisa menjadi senjata terhadap penularan HIV di kalangan pria yang berhubungan seks dengan pria atau homoseksual.

 
Leave a comment

Posted by on 28 January 2011 in Seru

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: