RSS

Mencari Penyebab Homoseksual

28 Jan

MENGAPA ada pria yang menggemari sesamanya, sedangkan normalnya pria menyukai lawan jenis? Itulah pertanyaan yang selalu diutak-atik para ilmuwan. Sebagian ilmuwan percaya, dan berusaha membuktikan, bahwa orientasi seksual kepada teman sejenis disebabkan oleh faktor biologi. Sebagian yang lain percaya, perilaku homoseks disebabkan oleh faktor lingkungan. Sudah berkali-kali ada penelitian yang membuktikan bahwa homoseks disebabkan oleh kelainan genetis. Kelainan itu terjadi pada suatu segmen dalam kromosom X—yang diwariskan ibu—yang diberi kode Xq 28. Namun, para ilmuwan aliran genetis ini mesti bekerja lebih keras untuk membuktikan hipotesisnya karena penemuan terakhir ternyata tak mendukung temuan sebelumnya. Adalah George Rice, peneliti dari Universitas Northwestern, Ontario, Kanada, yang memaparkan bukti-bukti baru itu, seperti dilansir ABC News, akhir bulan lalu. Semula, Rice bermaksud memperkuat penelitian sebelumnya. Tapi, ia justru menemukan bahwa pada pria gay yang ditelitinya, ternyata tak dijumpai keanehan pada kromosom Xq 28-nya. Penemuan itu diperolehnya setelah meneliti 52 pasangan gay, yang ternyata sekuens Xq 28-nya tidaklah seperti yang semula ia harapkan. Temuan yang dimuat di Journal of Science itu sangat berbeda dengan temuan Dean Hammer, peneliti dari Institut Kanker Nasional, Amerika Serikat. Enam tahun lalu, Hammer mendeteksi kelainan di kromosom Xq 28 pada 33 pasang pria, dari 40 pasangan gay yang ditelitinya. Penelitian Hammer ini memperkuat penelitian pada 1991, yang dilakukan Michael Bailey, peneliti dari Northwestern University, yang membuktikan bahwa homoseksual korelasinya lebih besar di antara kembar identik dibandingkan dengan di antara saudara. Menurut Bailey, penelitian Rice memang menimbulkan pertanyaan, apakah temuan Hammer benar. ”Tapi, saya kira Rice tidak membuktikan bahwa temuan Hammer salah,” ujarnya. Itu disebabkan kedua penelitian itu sama-sama berskala kecil, sedangkan gen yang spesifik memang sangat sulit ditemukan. Rice sendiri mengakui, ia tak hendak meniadakan hipotesis bahwa homoseksual berhubungan dengan faktor genetis. Ia hanya menduga bahwa Xq 28 bukanlah segmen yang berhubungan dengan orientasi seksual kepada teman sejenis. ”Karena itu, penelitian faktor genetis pencetus homoseksual harus dilanjutkan,” katanya. Namun, Hammer sangat yakin dengan temuannya, terutama karena ia telah melakukan dua studi lanjutan yang memperkuat penelitian sebelumnya. Karena itu, baginya, penelitian Rice diartikan sebagai bukti bahwa tidak semua kasus homoseksual disebabkan oleh Xq 28. ”Kami berharap bisa menemukan beberapa gen yang berhubungan dengan homoseksualitas, yang salah satunya adalah Xq 28,” katanya. Para ilmuwan memang tidak pernah berhenti meneliti masalah yang kontroversial ini. National Institutes of Health, misalnya, kini tengah menelusuri segmen kromosom yang dimiliki para gay. Tujuannya untuk mencari lokasi satu atau lebih gen yang meningkatkan kecenderungan seseorang memiliki orientasi kepada teman sejenis. Penelitian serupa juga dilakukan di Illinois State University dan Boston University. Selain mencoba melacak pertanda genetis, penelitian itu juga menjangkau sisi psikologis, mengingat terdapat kesamaan yang ditemui pada gay bersaudara, dan perbedaan yang terjadi antara pria gay yang masih punya hubungan saudara dan yang tidak. Kaum lesbian dan gay pun tak berpangku tangan. Mereka, The National Lesbian and Gay Health Association, dengan dukungan dana sebuah yayasan, memprakarsai penelitian para ahli yang ingin mencari tahu apakah orientasi seksual bisa tertolong dengan konseling. Maklum, meskipun mereka mempunyai orientasi yang berbeda dengan kebanyakan orang, mereka ingin mendapat hak dan perlakuan yang sama. Kalau penelitian berhasil membuktikan bahwa kecenderungan itu disebabkan oleh faktor biologi, bukankah itu bukan salah mereka?

 
1 Comment

Posted by on 28 January 2011 in Seru

 

Tags: , , , , ,

One response to “Mencari Penyebab Homoseksual

  1. Eddie

    18 July 2013 at 03:50

    Dicari kenalan pria gay / biseksual di indonesia. Dimanapun? Siapapun?
    Diutamakan pria dewasa, baik single ataupun sudah menikah, bukan masalah!
    Asal anda bukan pria kemayu? Bukan feminim? Apalagi banci…! Saya anti.
    Disini saya harapkan kenalan yg sehat. Anda bisa komunikasi yg baik! Bukan sekedar bertujuan Sex! Bukan pula unsur free / just fun, saya tidak pernah setuju.
    Bagi saya, sex terjadi hanya sekedar pelampiasan nafsu, itu tidak akan pernah bertahan lama. Itu hanya kebiasaan yg berpetualang, yg sudah biasa bergonta-ganti pasangan. Apa ada nilai steril???
    Saya harapkan anda bisa memberikan solusi yg tepat, hubungan yg seperti apa yg baik, yg mana bisa menjaga privacy masing”. Nyaman & tidak terkesan egois.
    Saya tunggu pendapat serius anda.
    Dg logika. & pemikiran yg matang. Silahkan kontak saya : O85664600785 atau BBM ; 219ac6dc

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: