RSS

Remaja dan Seks

27 Jan

MENINGKATNYA minat remaja pada masalah seksual dan dalam berada dalam potensi seksual yang aktif, maka remaja berusaha mencari berbagai informasi mengenai hal tersebut. Dari sumber informasi yang berhasil mereka dapatkan, pada umumnya hanya sedikit remaja yang mendapatkan seluk beluk seksual dari orang tuanya. Oleh karena itu, remaja mencari informasi dari berbagai sumber yang mudah diperoleh, seperti di sekolah, dari pergaulan dengan teman-temannya, buku-buku seks, media massa atau internet.

Rasa ingin tahu terhadap masalah seksual pada remaja sangat penting dalam pembentukan hubungan baru yang lebih matang dengan lawan jenis. Pada masa remaja, informasi tentang masalah seksual sudah seharusnya mulai dberikan supaya remaja tidak mendapatkan informasi yang salah dari sumber-sumber yang tidak jelas. Pemberian informasi masalah seksual menjadi penting terlebih lagi mengingat remaja berada dalam potensi seksual yang aktif, karena berkaitan dengan dorongan seksual yang dipengaruhi hormon dan tidak cukupnya informasi mengenai aktifitas seksual mereka sendiri. Tentu saja hal tersebut akan sangat berbahaya bagi perkembangan jiwa remaja bila tdak didukung dengan pengetahuan dan informasi yang tepat.

Pergolakan emosi yang terjadi pada remaja tidak terlepas dari bermacam-macam pengaruh, seperti lingkungan tempat tinggal, keluarga, sekolah dan teman-teman sebaya serta aktivitas-aktivitas yang dilakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Masa remaja yang identik dengan lingkungan social tempat berinteraksi, membuat mereka dituntut untuk dapat menyesuaikan diri secara efektif. Bila aktivitas-aktivitas yang dijalani di sekolah tidak memadai untuk memenuhi tuntutan gejolak energinya, maka remaja seringkali meluapkan kelebihan energinya kea rah yang tidak positif, misalnya tawura. Hal ini menunjukkan bahwa betapa besar gejolak emosi pada diri remaja dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Mengingat bahwa masa remaja merupakan masa yang paling banyak dipengaruhi oleh lingkungan dan teman-teman sebaya, juga dalam rangka menghindari hal-hal negative yang dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain, remaja hendaknya memahami dan memiliki apa yang disebut kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional ini terlihat dalam hal-hal seperti bagaimana remaja mampu untuk member kesan yang baik tentang dirinya, mampu mengungkapkan dengan baik emosinya sendiri, berusaha menyertakan diri dengan lingkungan, dapat mengendalikan perasaan dan mampu mengungkapkan reaksi emosi sesuai waktu dan kondisi yang ada sehingga interaksi dengan orang lain dapat terjalin dengan lancer dan efektif.

Seksualitas dari dimensi psikologis erat kaitannya dengan bagaimana menjalankan fungsi sebagai makhluk seksual, identitas peran atau jenis. dari dimensi sosial dilihat pada bagaimana seksualitas muncul dalam hubungan antar manusia, bagaimana pengaruh lingkungan dalam membentuk pandangan seksualitas yang akhirnya membentuk perilaku seks. dimensi perilaku menerjemahkan seksualitas menjadi perilaku seksual, yaitu perilaku yang muncul berkaitan dengan dorongan atau hasrat seksual. dimensi kultural menunjukkan perilaku seks menjadi bagian dari budaya yang ada di masyarakat.

Kesehatan seksual adalah kemampuan seseorang mencapai kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang terkait dengan seksualitas, hal ini tercermin dari ekspresi yang bebas namun bertanggung jawab dalam kehidupan pribadi dan sosialnya. bukan hanya tidak ada kecacatan, penyakit, atau gangguan lainnya.kondisi ini hanya bisa dicapai bila hak seksual individu perempuan dan laki-laki diakui dan dihormati.

Orientasi seksual adalah dengan jenis kelamin mana seseorang lebih tertarik secara seksual. Orientasi seksual dikategorikan menjadi dua yaitu heteroseks (tertarik dengan lawan jenis) dan homoseks (tertarik dengan orang yang sejenis kelamin). Diantara kedua orientasi seksual tersebut, masih ada perilaku-perilaku seksual yang sulit dimasukkan dalam satu kategori tertentu karena banyak sekali keragaman di dalamnya. Homoseksualitas adalah ketertarikan secara seksual dan aktivitas seksual pada jenis kelamin yang sama. Laki-laki yang tertarik kepada laki-laki disebut gay, sedangkan perempuan yang tertarik pada perempuan disebut lesbian. Terjadinya Homoseksual sampai saat ini masih diperdebatkan. Ada yang mengatakan bahwa hal ini terjadi sejak lahir (dipengaruhi oleh gen) dan ada pula yang mengatakan dari pengaruh lingkungan.

Dorongan seksual bisa diekspresikan dalam berbagai perilaku, namun tentu saja tidak semua perilaku merupakan ekspresi dorongan seksual seseorang. ekspresi dorongan seksual atau perilaku seksual ada yang aman dan yang tidak aman, baik secara fisik, psikis, maupun sosial. setiap perilaku seksual memiliki konsekuensi berbeda.

Perilaku seksual adalah perilaku yang muncul karena adanya dorongan seksual. Bentuk perilaku seksual bermacam-mcam mulai dari bergandengan tangan, berpelukan, bercumbu, sampai berhubungan seksual.

Perilaku seks aman adalah perilaku seksual seks tanpa mengakibatkan terjadinya perukaran cairan vagina dan sperma, misalnya bergandengan tangan, berpelukan , berciuman. Sementara hubungan sek tanpa menggunakan kondom bukanlah merupakan perilaku seks yang aman dari kehamilan. jika benar-benar ingin aman, tetaplah tidak berhubungan seks namun jika sudah aktif dalam melakukan hal tersebut, tetaplah setia pada pasangan anda. gunakanlah kondom dengan mutu yang baik dan benar agar dapat mengurangi resiko terkena HIV/AIDS dan kehamilan.

Seks di dalam masyarakat sudah dianggap sebagai makanan sehari-hari. Seks dengan bebasnya dilakukanoleh banyak masyarakat. Padahal banyak perilaku dan tindakan seksual yang terjadi di dalam masyarakat secara tidak wajar, misalnya seks bebas, pornografi, pelacuran bahkan kelainan atau penyimpangan seksual. Masyarakat mulai menyimpangkan arti seks yang sebenarnya. Seks yang sebenarnya merupakan kegiatan reproduksi, kini banyak dilakukan demi mengejar kepuasan sesaat saja. Pemikiran masyarakat yang salah inilah yang akhirnya sampai pada remaja. Hal ini tentu saja mempengaruhi perilaku remaja yang sedang dalam masa selalu ingin tahu ini.

Bentuk-bentuk pornografi di masyarakat tidak sebatas dengan hubungan seks bebas saja, namun dapat dalam bentuk media misalnya vcd porno, majalah porno, situs porno atau phone sex. Dengan kemajuan teknologi, pornografi dapat mudah dijangkau oleh remaja dengan cepat dan mudah. Pornografi ang diterima remaja akan menyebabkan perilaku remaja ke arah seksualitas, juga merangsang nafsu dan birahi untuk melakukan aksi-aksi seks.

Meningkatnya perilaku seks di kalangan remaja meningkatkan pula resiko terjadinya kehamilan di luar nikah. Salah satu pilihan yang sering diambil remaja ketika menghadapi masalah tersebut adalah dengan melakukan aborsi. Aborsi pun menjadi buah simalakama di Indonesia. Aborsi dengan alasan non-medik dilarang keras di Indonesia, namun di sisi lain aborsi ilegal meningkatkan resiko kematian akibat kurangnya fasilitas dan sarana medis, bahkan sebagian besar aborsi ilegal dilakukan dengancara tradisional yang semakin meningkatkan resiko tersebut.

pendidikan seks sudah seharusnya diberikan pada anak-anak yang memasuki masa puber atau remaja. ini penting untuk mencegah biasnya pendidikan seks maupun pengetahuan tentang kesehatan reproduksi di kalangan remaja. sementara meninjau berbagai fenomena yang terjadi di indonesia, agaknya masih timbul pro dan kontra di masyarakat, lantaran adanya anggapan bahwa membicarakan seks adalah hal yang tabu. sebagian besar masyarakat masih berpandangan stereotype dengan pendidikan seks seolah sebagai suatu hal yang vulgar.

masalah seksual saat ini seharusnya bukan lagi merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan. segala hal yang berbau seksual menjadi bahan yang menarik dan tidak habis-habisnya dibahas dalam forum diskusi kesehatan, rubrik tanya-jawab, acara humor di televisi, atau pada perbincangan sehari-hari. Lingkup bahasan yang diperbincangkan pun berkembang dari suatu kebutuhan informasi hingga masalah yang sangat pribadi yang tidak sepatutnya menjadi konumsi publik. berbagai media menyajikan seksualitas dalam berbagai bentuk seperti aksi dan grafis, secara vulgar. menjadi persoalan bagi remaja karena mereka tidak sekedar membahas masalah seksual dari sisi ilmu kesehatan, namun dikonsumsi sebagai konteks pornoaksi atau pornografi. mengingat keterbatasan pengetahuan akan seks yang mereka miliki.

 
Leave a comment

Posted by on 27 January 2011 in Seru

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: