RSS

Gay, Bawaan Lahir atau Pengaruh Lingkungan?

27 Jan

Heboh….! Masih ingat salah satu film tentang gay yang sedang diproduksi di Bali? Katanya film ini menceritakan tentang profesi Gay yang sedang marak di sana.

Sebetulnya gay ada di mana-mana. Sejak jaman nabi Luth juga sudah ada, yang dikenal dengan kaum Sodom yang akhirnya diberikan bala bencana alam oleh Tuhan yang Maha Kuasa, musnah bersama sejarahnya.

Setelah itu, zaman purbakala juga sudah ada, terus jaman pertengahan juga ada, apalagi sekarang jaman modern peranan Gay tidakhabis-habisnya menghiasi penyakit sosial di seluruh Negara. Bahkan seorang Kompasianer minggu lalu memposting aktifitas gay di Malaysia..

Jadi gay ini -maaf- kita sebut saja penyakit sosial. Kenapa disebut penyakit sosial, karena ia menggunakan konsep anomali dalam tatanan masyarakat berbudaya. Jika kita anggap masyarakat kita sebagai masyarakat budaya tentu kita setuju dengan sebutan ini bukan?.

Seseorang menjadi gay, apakah sebetulnya ia telah ditakdirkan menjadi gay (bawaan lahir) atau karena pengaruh lingkungan sehingga mempengaruhi kejiwaannya?. Penyakit kelainan ini bukan penyakit turunan. Seperti orang Gila/sakit jiwa, penyakit gay juga bukan penyakit turunan. Ia lebih disebabkan oleh cara berteman dan “menghiasi” dirinya dalam alam lingkungan yang seperti apa yang ia sukai. Itu saja sebetulnya.

Untuk mengetahui ciri-ciri gay juga tidak susah-susah amat. Ada yang bisa melihat dari raut mata, wajah dan cara ia memandang seseorang(terutama terhadap teman sejenisnya). Tapi ada suatu metode penelitian oleh Windy (seorang psikiater di Amerika) yang dapat dilihat dalam Arciheves of Sexualitas Behavior, boleh dipercaya apa tidak, ternyata merode ibu jari juga telah “resmi” menjadi alat ukur untuk menyelidiki sesorang berpotensi menjadi gay apa tidak..

Dalam teori hasil penyelidikan oleh kaum gay sendiri, rata-rata mereka selain membandingkan -maaf- senjatanya, mereka juga membandingkan jari-jarinya. Kesimpulan secara umum, setelah mereka berinteraksi, mereka temukan beberapa jenis kesamaan, salah satunya adalah ukuran jari manis yang sejajar dengan jari telunjuk.

Komunitas Gay memiliki jari manis yang lebih tinggi daripada jari telunjuknya. Perhatikan gambar di atas. Uniknya, secara medis pun survey memperlihatkan lelaki yang memiliki jari manis dan jari telunjuk yang persis sama, mereka memiliki hormon Testosteron sama banyak pengaruhnya dengan hormon Estrogen.

Kebalikannya, pria yang memiliki jari manis lebih tinggi dari jari telunjuk memiliki pengaruh hormon Testosteron yang lebih dominan dari hormon Estrogen. Selain itu ada temuan beberapa Syndrom gay yang menguasai seorang pria sehingga menjurus menjadi gay..

Bagaimana jika diantara kita ternyata memiliki organ jari yang masuk katagori gay, padahal tidak gay (bahkan membenci penyakit ini), itu adalah pengecualian.. Dan tidak ada sebuah teori yang menyangkut bidang sosial bersifat universal 100%.

Bagi yang terkena penyakit Gay, silahkan kunjungi dokter spesialis kedokteran Jiwa dan berdoa siang malam serta mencari lingkungan dan pergaulan yang tidak bertendensi terciptanya penyakit tersebut. Contohnya tidak ikut-ikutan kelompok The Rainbow seperti di Belanda , Inggris, Australia, Denmark dan Amerika yang terang-terangan memperjuangkan hak-hak Gay…

Secara medis belum ada ditemukan hasil temuan syndrome apa dan genotipe apa serta jumlah kromosom apa yang membuat seseorang menjadi gay… Tentu Gay beda dengan Waria, atau AC-DC…

Semoga penyakit masyarakat ini dapat diperkecil sehingga tidak berkembang menjadi penyakit masyarakat yang akut dan berimplikasi kepada datangnya bala seperti pada masa Kaum Nabi Luth.

Semoga bermanfaat…

 
1 Comment

Posted by on 27 January 2011 in Seru

 

Tags: , ,

One response to “Gay, Bawaan Lahir atau Pengaruh Lingkungan?

  1. mawar

    15 July 2011 at 13:06

    Hmm..Kayakny sebelum nulis harus cari Info dulu deh..Your writing is having a really strong and irrational bias..Jadi ga kredibel..

    secara medis menurut American Psychiatric Assosiation, world health organization, dll gay itu bukan penyakit atau apapun looh..Itu bukan penyakit mental..kalo kamu bilang itu penyakit sosial, justru masyarakat yang mendiskriminasi kaum Gay lah yang Sakit sosial..

    Faktanya setiap orang punya kecenderungan untuk jadi Gay..1 dari 12 orang cewek bisa jadi lesbian, 1 dari 10 cowok bisa jadi Gay..

    itu juga bawaan lahir koq..ada Gen-gen yang menyebabkan situasi hormonal kan..kamus sendiri nyebutin kalo itu hormonal dengan metode jari tengah..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: