RSS

Persahabatan Cowok Gay dan Cowok Straight

26 Jan

Ada dua orang pria yang bersahabat karib, Andre dan Budi. Mereka sama-sama belajar di sekolah melukis. Mereka sangat miskin sampai tidak memiliki uang untuk hidup dan makan sehari-hari. Suatu hari karena kelaparan, mereka membuat kesepakatan. Agar mereka daspat hidup cukup, salah satu dari mereka harus bekerja sementara yang satunya sekolah
Budi berkata, ” Akulah yang akan bekerja untuk studimu.”
”Tidak,” sahut Andre. ”Kau lebih berbakat dari aku, aku saja yang mencari uang untuk kita berdua.” Cukup lama merka berdebat, namun akhirnya Budi menyetujui untuk meneruskan studinya sementara Ander bekerja. Demekianlah kesepakatan mereka.
Andre bekerja sebagai pencuci piring di suatu restoran dan tentu saja upahnya tidak besar. Namun, karena ia begitu mengasihi Budi, ia terus bekeja pagi-pagi sekali hingga jauh malam. Budi sangat terharu melihat betapa bsear pengorbanan sahabatnya itu. Ia belajar semakin giat agar penderitaan dan pengorbanan sahabatnya cepat berakhir.
Suatu hari, tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Budi berhasil menyelesaikan studinya dengan sangat memuaskan. Ia segera berlari ke tempat dimana Andre bekerja untuk memberitahu kabar gembira itu. Mereka berdua sangat bersukacita dan bersyukur kepada Tuhan.
”Mulai sekarang, kau tak usah bekerja berat lagi sahabatku! Akulah yang akan menanggung biaya studimu,” kata Budi dengan gembira sambil merangkul sahabatnya Andre.
Kini Andre tidak perlu mencuci piring lagi. Ia segerqa mengambil peralatan melukisn yang sangat disayanginya. Sudah lama ia meninggalkan kegiatannya ini untuk bekerja, ia ingin sekali melukis lagi. Hatinya gembira karena kini tiba gilirannya untuk mengembangkan keahliannya. Mulailah ia menggoreskan kuasnya ke atas kanvas… tapi… tangannya gemetar! Dicoba dan dicoba lagi untuk melukis, namun tangannya telah kaku karena bekerja berat. Tangan yang sangat berharga untuk melukis, kini tak sehalus dulu lagi… urat-urat punggung tangannyamenonjol, telapak tangannya pun kasar. Ia tak dapat melukis lagi….. harapannya pupus sudah. Walau hatinya sanagt sedih, ia tetap tabah dan tegar. Ia tak ingin hidup bergantung kepada sahabatnya, karena itu ia pun kembali ke restoran dan bekerja lagi disana. Tak satu pun sungut-sungut keluar dari mulutnya.
Budi sangat sedih melihat keadaan sahabatnya itu. Ia menyadari bahwa segala keahliannya dan kesuksesannya dalam melukis telah dibayar oleh pengorbanan yang tak ternilai harganya. Sebab itu, hasil penjualan lukisannya selalu dibagi kepada sahabatnya. Demikianlah mereka hidup berdua.
Suatu amalam, Budi mendengar bisikan doa Andre. Andre berkata dalam doanya, ”Bapa di Surga, aku berdoa untuk sahabatku Budi. Berkatilah segala usahanya agar segala yang dilakukannya berhasil demi kemuliaanMu. Amin.” Dilihatnya tangan sahabatnya yang kasar dan kaku, sedang mendoakan kesuksesannya. Pipi Budi terasa hangat, air matanya menetes tak kuasa menahan rasa haru mendengar ketulusan hati sahabatnya. Tangan sahabatnya itu sangat terkesan di hatinya. Ia pun melukiskannya dalam kanvas. Lukisan tangan kasar yang sedang berdoa begitu indah, karena di balik tangan itu ada kasih sahabatnya yang rela berkorban demi keberhasilannya. Itulah seluruh hati dan hidup yang diberikan sahabatnya untuk dirinya.

-Sahabat yg baik adalah sahabat yg rela berkorban, yang dapat memberi contoh yang baik bagi orang lain, serta mendoakannya-

 
Leave a comment

Posted by on 26 January 2011 in Seru

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: