RSS

Homoseksual Dipicu Lingkungan dan Gaya Hidup

26 Jan

‘Gay Pride’ mungkin masih terdengar asing di Indonesia. namun tidak di Belanda. Akhir pekan kemarin, tepatnya 4 Agustus, merupakan salah satu puncak acara Gay Pride Amsterdam: We are Proud dengan Boat Parade (lihat foto).

Yang menarik dari acara ini adalah dibawanya pesan-pesan perdamaian dalam parade yang menarik lebih dari 500.000 orang ini dan hamper 70% adalah kaum homoseksual dan transvestites. Tidak hanya disitu saja, beberapa partai politik, perusahaan internasional hingga kaum peneliti yang biasanya bekerja di lab mulai unjuk gigi.

Terlepas dari semua kontroversi yang ada, Gay Pride Amsterdam sejak tahun 1960 telah membawa kegerakan integrasi kaum homoseksual dalam damai di Eropa melalui acara-acara yang artistik dan melibatkan banyak orang. Cara inilah yang perlu kita contoh untuk membawa perubahan di bumi Indonesia mungkin – tentu saja bukan menjadi homoseksual yang kita contoh.

Pengaruh Keluarga
Saya teringat akan topik riset institut saya di Amsterdam, Netherlands Institute of Neuroscience, mengenai seksualitas dan biologi. Kini diketahui bahwa terdapat beberapa perbedaan biologis antara kaum homoseksual dan heteroseksual, misal anatomi otak (Swaab, 1990; Le-Vay, 1991) dan ekspresi genetik dan metabolik di dalam tubuh mereka (Hamer et al. 1993; Cooke et al. 1999; Kinnunen, Moltz et al. 2004; Berglund, Lindstrom et al. 2006). Tidak berhenti sampai di situ saja, ternyata banyak juga faktor lingkungan yang dapat menyebabkan homoseksualitas seperti kekerasan seksual, sodomi, hingga stres pada ibu hamil (Dörner et al. 1988; Ellis et al. 1998 & 1990).

Faktor lingkungan ternyata menyangkut bagaimana seorang anak dibesarkan. Orang tua ternyata menentukan seksualitas anak-anaknya. Penelitian di awal abad ke-20 oleh Sigmund Freud. Beliau mengungkapkan teori Oedipal Phase (1957) yang hingga kini belum termentahkan. Menurutnya, seorang laki-laki dapat menjadi seorang ‘gay’ bila memiliki hubungan yang terlalu erat dengan ibunya atau kurangnya atau hilangnya figur kebapakan dalam keluarga hingga bapak yang terlalu disiplin hingga memunculkan kebencian pada lali-laki secara umum.

Hal ini berlaku terbalik pada kasus perempuan lesbian dimana posisi ibu hilang atau terlalu disiplin dan ayah yang terlalu dekat dengan anak perempuannya ((Bell, Weinberg et al. 1981; Freund and Blanchard 1983). Sebagian besar kaum psikolog dan psikiatri percaya bahwa hal ini adalah “penyebab” utama homoseksualitas yang baru kemudian mengubah proses biologis dalam tubuh (Bogaert, 2006).

Gaya Hidup
Bila kita lihat gaya hidup masyarakat dunia, khususnya Indonesia, tidak mengherankan bila jumlah kaum homoseksualitas akan terus meningkat tiap tahunnya. Tuntutan karir dan gaya hidup metropolitan telah memaksa para orang tua kehilangan waktu dengan dengan anak-anaknya. Anak-anak pun mulai kehilangan figur bapak dan atau ibu. Efektivitas “waktu keluarga” nampak sangat penting di sini.

Gay Pride Amsterdam: We are Proud, telah menjadi indikator seberapa banyak “korban” gaya hidup metropolitan zaman modern di Eropa. Sebelum lebih terlambat di Indonesia, ada baiknya kita introspeksi. Seberapa baikkah hubungan orang tua dengan anak-anaknya? Bagi orang tua yang tidak ingin anak-anaknya menjadi homoseksual maka sudah sepatutnya kita memperhatikan “waktu keluarga” yang kita miliki. Mungkin Belanda perlu mengubah topik Gay Pride tahun depan menjadi Gay Pride Amsterdam: We are Proud (?) Apakah kita perlu bangga melihat bukti-bukti dari banyaknya anak-anak yang kurang kasih sayang?

 
Leave a comment

Posted by on 26 January 2011 in Lelaki, Pria, Seru, Suka-Suka

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: